MEMBANGUN KARAKTER MELALUI PELESTARIAN BUDAYA

 

Dari Panggung Sekolah untuk Budaya: Generasi Muda Menjadi Penjaga Warisan Leluhur Bangsa

Sabtu, 09 Mei 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi SMP Negeri 12 Kota Komba. Ujian Akhir Sekolah di Bidang Kesenian tidak hanya menjadi kegiatan penilaian biasa, tetapi juga berubah menjadi panggung ekspresi diri untuk melestarikan budaya lokal yang membanggakan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa menampilkan berbagai tarian tradisional khas Nusa Tenggara Timur dari beberapa etnis dengan penuh semangat, percaya diri, dan rasa bangga terhadap budaya daerahnya sendiri. Gerakan tari, irama musik tradisional, hingga busana adat yang dikenakan menghadirkan suasana yang bukan hanya indah dipandang, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan identitas daerah.

Pentas budaya seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan di lingkungan sekolah, karena sekolah sebagai wadah untuk menjaga dan melestarikan budaya lokal. Melaui budaya, anak-anak dibentuk karakternya, belajar untuk mencintai budaya sendiri. Panggung Sekolah adalah titik awal yang krusial dalam ekosistem pelestarian budaya. Di tengah perkembangan zaman modern dan derasnya pengaruh budaya luar, generasi muda perlu memiliki ruang untuk mengenal dan mencintai budayanya sendiri. Sebab budaya lokal bukan sekadar hiburan atau tradisi lama, melainkan warisan leluhur yang menjadi jati diri bangsa.

Melalui kegiatan seni budaya seperti ini, siswa tidak hanya belajar menari, tetapi juga belajar tentang nilai kebersamaan, penghormatan terhadap tradisi, disiplin, dan rasa bangga terhadap daerah asalnya. Dengan demikian, sekolah memiliki peran besar bukan hanya dalam mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga dalam menjaga keberlangsungan budaya bangsa agar tidak hilang ditelan zaman.

Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan harus mampu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. Dalam pandangannya, pendidikan dan kebudayaan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena budaya merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa.

Selain itu, UNESCO juga menegaskan bahwa warisan budaya tradisional perlu dijaga melalui pendidikan dan keterlibatan generasi muda agar budaya lokal tetap hidup di tengah perubahan global.

Pendapat para ahli tersebut sangat relevan dengan kegiatan yang dilakukan di SMP Negeri 12 Kota Komba. Dengan menghadirkan tarian tradisional dalam Ujian Akhir Sekolah, siswa diajak untuk tidak melupakan akar budaya mereka sendiri. Langkah ini menjadi bukti bahwa sekolah dapat menjadi tempat terbaik untuk menanamkan rasa cinta budaya kepada generasi penerus bangsa.

Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Karena ketika generasi muda mulai bangga terhadap budayanya sendiri, maka masa depan budaya daerah akan tetap hidup dan terjaga.***

                                                                                    ✍️ Penulis : Telisonya Elviralioba Gelang

Komentar