Sumpah Menggema di Tanah Air


Di bawah langit Jingga yang cerah

Sembilan puluh delapan silam, suara itu terucap.

Bukan dari mulut raja atau penguasa,

Melainkan dari dada-dada muda yang penuh harap.


Satu tanah, satu tumpah darah,

Meski pulau-pulau terpisah oleh ombak.

Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua,

Menyatu dalam denyut nadi yang sama, tak retak.


Satu bangsa, satu nama Indonesia,

Mengubur perbedaan suku dan adat.

Tak lagi ada "aku" dan "kamu" yang berjarak,

Hanya "kita" yang berdiri tegak, kokoh dan kuat.


Satu bahasa, bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Alat pemersatu, jembatan pemahaman,

Mengikis batas-batas yang pernah memisahkan.


Sumpah Pemuda!

Kau bukan sekadar sejarah di buku pelajaran,

Kau adalah api yang tak boleh padam,

Di jantung setiap generasi penerus bangsa.


Kami, pemuda masa kini, mendengar gema itu,

Berjanji untuk menjaga nyala api tersebut.

Bukan dengan pedang, tapi dengan karya,

Bukan dengan amarah, tapi dengan cinta.


Untuk Indonesia, tanah air tercinta,

Kami bersatu, kami bangkit, kami berjaya.

Sumpah ini abadi, selamanya nyata,

Demi kejayaan Nusa dan Bangsa.

Karya: Indi Jomas kelas IXb

Komentar